Senin, 01 April 2013

Bisa gak sih PET/CT dilakukan pada pasien kanker payudara ?

Kontroversi mengenai peranan PET/CT FDG pada pasien dengan kanker payudara hingga saat ini masih ramai di antara para klinisi dengan dokter spesialis kedokteran nuklir. Pertanyaan yang seringkali muncul adalah apakah PET/CT FDG dapat bermanfaat pada pengelolaan pasien dengan kanker payudara? Dan apa dampak dari pemeriksaan PET/CT FDG bagi pasien dan klinisi yang merawat pasien tersebut? Ada baiknya sedikit kita bahas beberapa publikasi karya ilmiah yang menunjukkan bukti mengenai manfaat pemeriksaan PET/CT FDG.
Banyak publikasi ilmiah yang melaporkan hasil peneliian mengenai kinerja diagnostik dari pemeriksaan PET/CT FDG pada skrining pasien dengan lesi di payudara. Salah satu di antaranya adalah publikasi dari Samson pada tahun 2002, yang menemukan nilai sensitivitas dan spesifisitas dari PET/CT FDG adalah 88% dan 79% pada 606 subjek. Begitu pula dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kumar pada tahun 2006 yang menemukan kinerja diagnostik dari PET/CT FDG untuk tingkat akurasi sebesar 61%. Hasil ini menunjukkan bahwa PET/CT FDG kurang baik dilakukan untuk skrining kanker payudara.
Namun hasil penelitian tersebut berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Groheux dkk., secara prospektif pada tahun 2011 yang mencari korelasi antara tingkat aktivitas metabolisme pada pemeriksaan PET/CT FDG dengan faktor prognostik pada 132 pasien kanker payudara dengan ukuran tumor > 2 cm. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa PET/CT FDG tidak disarankan untuk diagnosa pada pasien kanker payudara dengan tumor yang berukuran kecil (<2 cm), ductal carcinoma in situ (DCIS), invasive lobular carcinoma (ILC), dan atau pasien dengan karakteristik biologi dan biokimia dari tumor menunjukkan derajat dan proliferasi yang rendah, diferensiasi baik, dan estrogen dan progesterone positif. Sedangkan pada pasien selain yang disebutkan di atas, pemeriksaan PET/CT FDG sangat bermanfaat dalam diagnosa dan penentuan stadium.
Lalu bagaimana dengan pasien kanker payudara stadium I ? Dari suatu penelitian yang dilakukan oleh Veronesi dkk., mengenai perbandingan antara nilai diagnostik PET/CT FDG dengan biopsi sentinel node dalam mendeteksi metastasis KGB aksila menemukan bahwa kinerja PET/CT FDG masih lebih buruk dari biopsi sentinel node dan tidak dianjurkan untuk dilakukan pada pasien dengan risiko rendah untuk metastasis.


Lalu di mana peranan PET/CT FDG berada pada penatalaksanaan pasien kanker payudara? Dari penelitian yang dilakukan oleh Alberini dkk., menemukan bahwa PET/CT FDG dapat berperan dalam mendeteksi metastasis di KGB maupun organ lain.
Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Fuster dkk., juga memliki nilai sensitivitas dan spesifisitas sebesar 100% dan 98% dalam mendeteksi adanya metastasis jauh serta mampu merubah stadium pada 42% pasien.

Kesimpulan
Berdasarkan gambaran dari beberapa hasil penelitian di atas, maka dapat disimpukan bahwa PET/CT FDG tidak disarankan untuk diagnosa kanker payudara dan pasien dengan stadiumI kanker payudara. Akan tetapi, PET/CT FDG dapat bermanfaat dalam mendeteksi adanya metastasis di KGB maupun organ lain pada pasien kanker payudara dengan stadium IIB dan stadium III.




Referensi:
Groheux D., Hindie E., Espie M.,

8 komentar:

  1. kalau ukuran kecil sebaiknya dideteksi dengan apa ya dok? please advise further thank you..

    BalasHapus
  2. Selain dengan SADARI (periksa payudara sendiri), Untuk skrining rutin payudara dapat dilakukan dengan menggunakan mamografi dan atau usg. Bila dibutuhkan pemeriksaan lebih detil lagi dapat dilakukaan pemeriksaan breast MRI.

    BalasHapus
  3. Sore dok, ibu saya (60th) sudah dimastektomi bulan April lalu. Hasil PA menunjukkan kanker grade 3 dengan ER dan PR positif serta 14 dari 15 kgb menganduk anak sebar. Berdasarkan hasil tersebut, dokter merekomendasikan untuk radiasi (sebanyak 30 x berakhir september lalu), sementara tindakan kemoterapi diserahkan kepada kami. Dokter juga memberikan opsi untuk menunggu 3 bulan setelah radiasi untuk kemudian di pet scan dan dilihat apakah ada penyebaran atau tidak. Berdasarkan penjelasan dokter di atas, bagaimanakah efektivitas dilakukannya pet scan untuk kasus ibu saya ini? Dan metode apa yang paling tepat untuk menentukan apakah ada anak sebar ataupun bibitnya di tubuh ibu saya? Apa beda pet scan dengan misalnya kami melakukan usg, bone scan, mamografi dll? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan dokter yang merawat ibu anda. PET scan digunakan untuk mendeteksi adanya metastasis atau penyebaran sel kanker. Selain itu juga bisa diginakan untuk menilai atau memprediksi respon dari terapi, sehingga jika kemoterapi yg diberikan tidak berespon setelah 2 siklus, maka obat kemo bisa langsung diganti. Sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Jarak yg ideal untuk dilakukan PET scan adalah 3 bulan, atau paling cepat 6 minggu setelah operasi atau radiasi. Pada kemoterapi, waktu yang ideal adalah sebelum, setelah 2 siklus, dan paling kurang 2 minggu sesudah siklus terakhir kemoterapi.
      PET scan sudah menjadi pemeriksaan yang rutin pada pasien kanker. Berbeda dengan pemeriksaan radiologi lainnya, seperti CT scan, MRI, USG, atau mamografi yang memberikan informasi anatomi, PET scan memberikan informasi mengenai metabolisme atau karakteristik biologi dari sel kanker. Sehingga PET scan sangat baik untuk mendeteksi kekambuhan, karena seringkali bisa mendeteksi adanya kekambuhan sebelum ditemukan kelainan pada pemeriksaan yang lain. Kelebihan lagi dari PET scan adalah scanning dilakukan seluruh tubuh, sangat efektif dalam mendeteksi metastasis dan penentuan stadium, sehingga menentukan jenis pengobatan selanjutnya. Coba bayangkan, jika ingin melakukan CT scan atau MRI seluruh tubuh, berapa besar biayanya? Berapa banyak radiasinya untuk CT scan seluruh tubuh? Dengan PET, scanning seluruh tubuh jauh lebih mudah, aman (relatif rendah radiasi), dan murah.
      Kekurangan dari PET adalah tumor kecil tidak bisa terdeteksi, tidak bisa membedakan antara infeksi, inflamasi, atau kanker.
      Selebihnya PET scan sangat bermanfaat bagi pasien kanker dan dokter yang merawatnya. Semoga dapat menjawab.

      Hapus
    2. Terimakasih atas jawabannya dok. Ibu saya akhirnya sudah menjalankan pet scan dan berdasarkan hasil pet scan sepertinya ditemukan ada penangkapan di beberapa area termasuk pada paru-paru. Dokter bedah onkologi yang merawat ibu saya sempat bingung karena berdasarkan hasil foto x thorax tiga bulan yang lalu belum terdapat adanya tanda2 metastasis. Yang ingin saya tanyakan, kalo menurut pendapat dokter mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah mungkin kalo hasil foto x thorax tidak sedetail hasil pet scan sehingga dari x thorax tidak tampak, ataukah sel kanker ibu saya menyebar dengan begitu cepatnya dalam 3 bulan ini, ataukah ada kemungkinan hal tersebut bukanlah metastasis melainkan infeksi atau inflamasi seperti yang dokter sebutkan di atas?

      Yang kedua, ibu saya akhirnya disarankan untuk kemoterapi 6 siklus per 3 minggu. menurut dokter kapan waktu yang pas bgi kami untuk kembali melakukan pet scan? apakah ada efek negatif bagi seseorang jika dia terlalu sering melakukan pet scan? Ketika kami selesai melakukan radiasi dulu, dokter onkologi menyarankan untuk melakukan pet scan setelah 3 bulan dengan alasan apa ada penyebaran atau tidak baru ketahuan dalam 3 bulan mendatang.

      Yang ketiga dokter menyebutkan di atas bahwa "pet scan memberikan informasi mengenai metabolisme atau karakteristik biologi dari sel kanker. Sehingga PET scan sangat baik untuk mendeteksi kekambuhan", dari mana ya kami tau mengenai informasi ini? Karena berdasarkan hasil pet scan yang saya lihat hanya ada tulisan tidak tampak penangkapan, tampak penangkapan seperti itu?

      Mohon maaf ya dok, kalo pertanyaannya terlalu banyak. Tapi kami kurang paham mengenai hal ini sehingga butuh penjelasan yang lebih dari berbagai pihak.

      Terimakasih

      Hapus
  4. Maaf sebelumnya saya mau bertanya, ibu anda dilakukan PET scan dmn? Karena cara pelaporan PET scan di Indonesia masih bisa berbeda-beds. Tapi saya akan menjawab pertanyaan ada menurut keilmuan saya.
    1. Perbedaan pada hasil pemeriksaan yang berveda sangat mungkin terjadi, karena prinsip dari pemeriksaan tersebut. Pada foto xray, informasi yg diberikan adalah informasi anatomi, sedangkan PET scan adalah informasi metabolisme, dimana suatu kelainan penyakit biasanya selalu diawali oleh kelainan metabolisme. Jadi sangat mungkin PET scan bisa mendeteksi kelainan sebelum alat lain bisa mendeteksinya. Citra yang dihasilkan oleh PET scan 3 dimensi sedangkan xray hanya 2 dimensi. Dan betul sekali, pada sel kanker di mana sel tumbuh dengan sangat cepat, waktu 3 bulan adalah waktu yang cukup untuk munculnya lesi baru. Apapun bisa terjadi dalam waktu 3 bulan tersebut. Positif palsu dari PET scan adalah proses infeksi dan inflamasi, oleh sebab itu lesi yg ditemukan sebaiknya fibuktikan dengan pemeriksaan histopatologis, kecuali pada lesi yang karakteristiknya sangat khas untuk metastasis.
    2. Waktu yg ideal untuk menilai respon/keberhasilan dari terapi operasi atau radioterapi adalah sebelum dan 8-12 minggu setelah terapi. Sedangkan pada kemoterapi, selain sebelum dan 2-6 minggu setelah terapi, PET scan juga disarankan untuk dilakukan di tengah kemoterapi (setelah 2-3 siklus pertama), tujuannya untuk menilai apakah obat kemo yang diberikan efektif atau tidak, kalau tidak efektif bisa segera diganti dengan obat lain, sehingga tidak perlu dilanjutkan lagi dan dapat menghemat banyak waktu, energi, dan biaya. Risiko PET scan pada penderita kanker yg sedang menjalani terapi lebih kecil dibandingkan dengan manfaatnya, jadi biaa diabaikan.
    3. Informasi itu diberikan berdasarkan banyak pertimbangan, seperti nilai SUV, ukuran, lokasi, karakteristik anatomi, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, di awal saya bertanya di mana ibu anda melakukan PET scan, karena hal itu juga tergantung dari pengalaman/jam terbang dari dokter yang membaca PET scan, selain faktor lainnya.
    Mohon maaf jika jawaban saya ada yang tidak berkenan.

    BalasHapus
  5. Kami melakukan pet scan di Dharmais dok. Pada hasil gambar2 terdapat tulisan suv, ukuran yang menangkap fdg dll. Namun kalo hasil kesimpulan yang diberikan bertuliskan tampak penangkapan dan tidak penangkapan pada beberapa organ.

    Terimakasih banyak dok atas informasinya.

    BalasHapus