Jumat, 28 September 2012

Evaluasi fungsi kelenjar tiroid


Sidik Kelenjar Tiroid (Thyroid scan)

Apa sih kelenjar tiroid itu ?

Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon tiroid. Kelenjar tiroid ini berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak di leher bagian depan serta memiliki ukuran normal sebesar jari jempol (± 10 - 20 gram). Hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid adalah tiroksin (T3) dan triiodotironin (T4) yang berperan dalam laju metabolisme di dalam tubuh. Tirotropin (TSH) merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis di otak yang berfungsi sebagai regulator atau pengatur dari produksi hormon tiroid di kelenjar tiroid.


Apa sih sidik kelenjar tiroid (thyroid scan) itu ?
Berbagai penyakit dapat terjadi pada kelenjar tiroid, diantaranya adalah gangguan produksi hormon tiroid dan benjolan di kelenjar tiroid. Pada gangguan produksi hormon tiroid dapat terjadi hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) dan juga sebaliknya hipertiroid (kelebihan hormon tiroid). Pada benjolan di kelenjar tiroid dapat terjadi tunggal ataupun multipel serta dapat jinak ataupun ganas.  Pada penyakit tiroid ini juga akan terjadi perubahan dalam metabolisme iodium di kelenjar tiroid, sehingga penggunaan iodium radioaktif (NaI-131) yang memiliki sinar gamma dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya penyakit tiroid.

Iodida merupakan bahan baku pembentukan hormon tiroid yang dalam proses pembentukannya akan menjalani 2 tahapan penting, yaitu trapping (pengumpulan) dan organifikasi. Berbeda dengan iodida, pertechnetate walaupun bukan bahan baku hormon, juga akan ditangkap oleh kelenjar tiroid tetapi hanya sampai pada tahap trapping. Kemampuan kelenjar tiroid menangkap (mengambil, ~ uptake) iodida dan pertechnetat akan menggambarkan kinetika kedua senyawa tersebut dalam kelenjar. Berdasarkan kemampuan penangkapan tersebut dapat dilakukan pencitraan morfologi fungsional kelenjar tiroid (sidik kelenjar tiroid) dan secara tidak langsung fungsi kelenjar tiroid yaitu dengan mengukur persentase penangkapan pada waktu-waktu tertentu (uji tangkap tiroid, uji ambilan tiroid, ~thyroid uptake test).


 


Gambar 1. Mekanisme penangkapan obat radioaktif oleh kelenjar tiroid

Sidik kelenjar tiroid ini dapat dilakukan untuk menilai aktivitas fungsional dari benjolan maupun pembesaran dari kelenjar tiroid serta dapat juga digunakan untuk mendeteksi jaringan tiroid ektopik dan sisa jaringan tiroid pasca-operasi. Selain itu juga dapat digunakan untuk evaluasi tirotoksikosis/hipertiroid apakah aktif atau tidak aktif.
Obat radioaktif yang rutin digunakan untuk pemeriksaan sidik kelenjar tiroid ini adalah I-131, I-123, dan Tc-99m pertechnetate. Untuk I-131 dan I-123 diberikan secara ditelan, sedangkan Tc-99m pertechnetate diberikan secara disuntik melalui intravena. Obat radioanuklida yang paling ideal untuk sidik kelenjar tiroid adalah NaI-123, karena energi dari sinar gammanya yang cukup optimal untuk dilakukan pengambilan gambar dengan kamera gamma atau SPECT, sayangnya obat radioaktif ini belum dapat tersedia di Indonesia.


Tabel.1 Indikasi sidik kelenjar tiroid (thyroid scan)

Bagaimana persiapan yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan thyroid scan ?
Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien dipuasakan selama paling kurang 6 jam (bila obat radioaktif yang digunakan adalah NaI-131 atau NaI-123). Bila obat radioaktif yang digunakan adalah Tc-99m pertechnetate, pasien tidak perlu puasa. Obat-obatan dan makanan yang mengandung iodium atau hormon tiroid dihentikan selama beberapa waktu (lihat tabel 1 dan 2).

Apa yang akan dilakukan selama pelaksanaan thyroid scan ?
Pengambilan gambar (pencitraan) dilakukan 10 – 15 menit setelah penyuntikan Tc-99m pertechnetate secara intravena, atau 6 jam setelah pemberian NaI-123 secara ditelan, atau 24 jam setelah pemberian NaI-131 secara ditelan. Pasien tidur terlentang di bawah kamera gamma atau SPECT dengan leher dalam keadaan menegadah ke atas. Pengambilan gambar dilakukan dari posisi depan dan bila perlu dari samping. Lama pengambilan gambar ± 5 – 10 menit.




Gambar 2. Pengambilan gambar dengan SPECT


Bagaimana dokter spesialis kedokteran nuklir menilai hasil gambar thyroid scan ?
Dalam keadaan normal kelenjar tiroid tampak seperti gambaran kupu-kupu, terdiri dari lobus kanan dan kiri masing-masing sebesar ibu jari tangan orang dewasa. Distribusi obat radioaktif di kedua lobi rata. Bila kedua lobi membesar rata disebut sebagai struma difusa (pembesaran yang merata). Sedangkan, bila ada benjolan (tunggal atau multipel), disebut struma nodosa atau multinodosa (pembesaran dengan benjolan tunggal atau multipel). Benjolan yang menangkap obat radioaktif lebih tinggi dari jaringan sekitarnya disebut nodul/benjolan panas (hot nodule) atau nodul/benjolan hiperfungsional, dan nodul/benjolan yang kurang atau tidak menangkap radioaktivitas disebut nodul/benjolan dingin (cold nodule) atau nodul/benjolan hipofungsional. Sedangkan benjolan yang menangkap radioaktivitas sama dengan jaringan sekitarnya disebut nodul/benjolan hangat (warm nodule). Nodul/benjolan panas pada umumnya identik dengan nodul tiroid otonom; sekitar 10-30% nodul/benjolan dingin ditemukan pada proses keganasan tiroid sedangkan sisanya kista tiroid; nodul hangat tidak mempunyai arti klinis yang berarti. Selain itu, juga dapat dinilai persentase penangkapan obat radioaktif oleh kelenjar tiroid yang dapat digunakan untuk menilai fungsi kelenjar tiroid. Nilai normal uji tangkap tiroid bervariasi tergantung dari asupan iodium dalam makanan, yang dipengaruhi pula oleh keadaan geografis setempat. Nilai normal angka penangkapan tiroid di Bagian/SMF Ilmu Kedokteran Nuklir RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung adalah :
-          Angka penangkapan iodium 2 jam : 2 - 15% ; 24 jam 20 – 45%
-          Angka penangkapan Tc-99m pertechnetate 15 menit : 0.5 – 5.0%


Tabel 2. Interaksi obat
JENIS OBAT
REKOMENDASI WAKTU PENGHENTIAN OBAT
Obat antitiroid (seperti; propylthiouracil, methimazole, carbimazole) dan multivitamin

3 hari untuk OAT
7 hari untuk multivitamin
Hormon tiroid (seperti; tiroksin, triiodotironin)
2 minggu untuk triiodotironin­­­­+
4-6 minggu untuk tiroksin+

Ekspektoran, rumput laut, carageen, cairan Lugol, cairan potasium iodida
2-3 minggu tergantung kandungan iodium*

Topikal iodium (povidone iodine; betadine®)
2-3 minggu*

Obat kontras radiografi
Intravena (larut dalam air)
Obat lipofilik

3-4 minggu (fungsi ginjal normal)
1 bulan

Amiodaron
3-6 bulan atau lebih lama
Interval waktu ini untuk pasien dengan hipertiroid. Untuk pasien KTB direkomendasikan 6 minggu waktu penghentian obat.
+    Interval waktu ini hanya untuk pasien KTB.



Tabel 3. Makanan yang mengandung iodium
Garam beriodium
Susu dan sejenisnya
Telur
Makanan laut
Rumput laut dan produk kelp
Roti yang mengandung iodium
Cokelat
Multivitamin mengandung iodium
Zat pewarna yang mengandung iodium









4 komentar:

  1. assalammu'alaikum dok..
    terima kasih ya dok, ats bntuan doktr, brkt refrnsi yg doktr brikan sngat membntu skale dlm pnyusunan propsl ezy, akhirnya propsl zy sudh siap z bikin, semoga bisa brjalan dgn lancar. doakan zy ya dok :)
    sekali lagi terima kasih bnyk dok, semoga Tuhan selalu melimphkan rahmat dan karunianya pada dokter..
    wassalam dok :)

    BalasHapus
  2. maaf dokter ada adik saya di lampung divonis terkena gondok beracun, jika akan melakukan pengobatan ke hasan sadikin, saya dengar ke bagian nuklir ini bisa ya?
    untuk waktunya jika lancar pengobatannya membutuhkan waktu berapa lama ya dok?(selambatnya dan secepatnya?)

    BalasHapus
  3. Halo dok saya mau bertanya, bagaimana tingkat akurasi kedokteran nuklir untuk pendeteksian penyakit-penyakit tiroid (misal: kanker tiroid) itu dok? apa lebih baik dibanding deteksi dgn metode lainnya? Mohon dibalas jika berkenan lewat email saja. terima kasih.

    BalasHapus
  4. thanks atas infonya, ditunggu artikel yang lainnya

    BalasHapus